Jumat, 27 Juni 2014

Jenis-jenis Partition


Partisi Harddisk adalah pembagian harddisk menjadi beberapa bagian secara logical. Atau seakan-akan harddisk diberi sekat-sekat.

Kegunaan Partisi Harddisk :
  1. Menjaga Data agar tetap aman, dengan pemisahan data dengan system maka ketika system rusak data tidak terpengaruh
  2. Menginstall Operating System lebih dari satu. agar bisa dual boot.
  3. Mempercepat kerja harddisk.
  4. Mengakali harddisk yang mengalami bad sector secara fisik (misal platter tergores oleh head harddisk). Untuk bad sector secara magnetis dapat diatasi dengan low level formatting. Diakali dengan cara membuat partisi di antara partisi yang bad sector dan mengosongkan (unpartioned) partisi yang bad sector.

Jenis-jenis partisi :
  1. Primary Partitions atau partisi utama
    Adalah jenis partisi yang hanya bisa memiliki satu file system. Partisi ini dapat anda fungsikan untuk menginstalasi sistem operasi utama anda dan harus diaktifkan terlebih dahulu(active partition). Jumlah maksimal dari partisi ini max 4.
  2. Extended Partitions
    Adalah salah satu jenis dari primary partition yang menjadi wadah dari drive logical, partisi ini dapat memiliki beberapa partisi di dalamnya yaitu partisi logical. Tapi untuk partisi jenis ini max 1. Pada partisi ini tidak bisa diisi file system. Partisi Extended akan mengambil jatah partisi primary.
  3. Logical Partitions
    Partisi yang menjadi bagian dari extended dimana apabila kita ingin membuat file system di dalam extended harus memiliki partisi logical minimal satu dan dapat membuat partisi lebih dari empat..
Beberapa hal yang harus diwaspadai dalam membuat partisi harddisk :
  • Gunakan Extended apabila anda ingin membuat partisi lebih dari 4. Untuk membuat partisi lebih dari 4 maka 3 partisi bisa berupa primary dan yang ke 4 adalah partisi extended. Baru partisi yang selanjutnya dibuat di dalam extended.
  • Taruh Extended di paling belakang. Menaruh primary partition di belakang extended akan menyebabkan salah pembacaan pada OS terutama pada Linux.
  • Akan lebih bijak kalau anda hanya membuat satu partisi primary dan sisanya diisi oleh extended. Sehingga akan lebih mudah dalam perombakan partisi di kemudian hari.
  • Pada OS Linux disarankan anda membuat partisi secara berurutan dalam hal cylindernya. Karena apabila tidak berurutan cylindernya misal anda mengubah partisi di tengah-tengah maka partisi akan salah penamaannya, dan bisa saja system anda bisa tidak bekerja dengan baik.
  • Pada linux partisi primer dan extended akan memiliki penamaan /dev/hda1 - 4 sedangkan untuk logical akan memiliki penamaan /dev/hda5 ke atas.

Master Boot Record (MBR)

 
Adalah sector pertama (sector zero) dari harddisk. Dimana pada MBR berisi boot loader (yaitu aplikasi yang bertugas untuk yang menentukan dimana letak suatu OS sehingga BIOS dapat melakukan boot ke OS). Selain itu juga pada MBR ini juga berisi partition table yaitu informasi yang berisi besar alokasi setiap partisi pada harddisk. Oleh sebab itu kalau MBR mengalami bad sector bisa dikatakan suatu harddisk tidak bisa digunakan lagi karena partisi tidak bisa dibentuk yang menyebabkan tidak bisa dibuatnya suatu file system.
Catatan :

  • Karena Windows selalu menaruh boot loadernya di dalam MBR maka partisi windows harus diletakkan pada bagian dari suatu harddisk atau primary partition pertama.
  • Pada Linux agar dapat melakukan dual boot, boot loader harus ditempatkan pada MBR.
  • Apabila anda menginstall OS di dua harddisk, perhatikan letak dari boot loader dari OS-OS tersebut bisa saja hanya di MBR harddisk pertama saja boot loader itu ditempatkan . Sehingga apabila anda menggunakan harddisk kedua anda harus menginstall boot loader anda lagi.

File System

Adalah metode dalam menyimpan dan mengorganisasi file dan data di dalamnya agar dapat mudah dicari dan diakses.

Jenis-jenis Disk File System : 

Berikut adalah file sistem di Windows:
  • FAT 16
    adalah file system yang diperkenalakan pada era MSDOS. Dengan menggunakan cluster address 16 bit sehingga memungkinkan besar partisi hingga 2GB. Penamaan suatu file menggunakan metode 8.3 (8 nama file dan 3 extention).
  • FAT 32
    adalah pengembangan dari FAT 16, diperkenalkan pada era windows 98. Dengan menggunakan cluster address 32 bit memungkinkan besar partisi hingga 124 GB tetapi bila anda memformat dari windows maka hanya terbatas hingga 32 GB. Besar maximal file adalah 4 GB (jadi kalau anda menyimpan image DVD belum tentu cukup).
  • NTFS
    adalah file system yang digunakan pada windows berbasis NT (NT, 2000, XP, 2003, Vista). Pada file system ini besar partisi max 256 Terra Byte sedangkan besar datanya 16 Terra Byte. NTFS support terhadap metadata, yaitu database yang berisi informasi suatu file. Selain itu juga NTFS juga memiliki fasilitas seperti :
    • quota : Pembatasan besar data untuk setiap user
    • enkripsi : Fasilitas proteksi data dengan cara mengacak bit dalam suatu file sehingga tidak bisa terbaca oleh user yang tidak berhak
    • kompresi : Fasilitas pemampatan data sehingga space akan lebih lapang 
    Berikut adalah file sistem di microsoft windows:
Berikut adalah file sistem di linux:
 
  • Ext2 adalah file sistem yang diperuntukan untuk Linux. Ext2 membagi file sistem menjadi blocks. Secara teori dengan block 1 KB, Ext2 dapat menyimpan satu file hingga 16 GB dengan besar partisi mencapai 4 TB( Tera Byte).
  • Ext3 adalah penerusan dari Ext2 dengan penambaham fitur journaling file system. Journaling file system adalah file sistem yang menyimpan log perubahan di jurnal sebelum ditulis ke dalam harddisk sehingga file sistem tidak corrupt ketika komputer mati tiba-tiba atau sistem yang crash.
  • Ext4 dirilis secara komplet dan stabil berawal dari kernel 2.6.28. Ext4 mempunyai pengalamatan 48-bit block yang artinya dia akan mempunyai 1EB=1,048,576 TB ukuran maksimum file size-nya, fast fsck, journal check-summing, dan defragmentation support.
  • Reiser file sistem memiliki jurnal yang cepat, mirip Ext3 file sistem. Dibuat berdasarkan balance tree yang lebih cepat dan efisien dalam pemanfaatan disk. Jika kita menulis file 100 bytes, hanya ditempatkan dalam satu blol. File sistem lain menempatkannya dalam 100 blok dan menghemat disk sampai 6 %.
  • Swap adalah jenis file sistem yang digunakan sebagai virtual memori. Virtual memori adalah bagian dari harddisk yang digunakan untuk menyimpan data-data memori apabila memory full. Besar swap yang dibutuhkan 2 x kapasitas RAM. Namun, bila anda memiliki memori yang besar, anda cukup gunakan 1 x kapasitas RAM atau lebih kecil.

  • Catatan :
    Apabila anda menggunakan OS yang menggunakan partisi FAT maka file system NTFS tidak bisa di baca. Pada Linux file system bisa dibaca apabila fasilitas dari kernel diaktifkan, tetapi untuk menulis harus menggunakan program tambahan seperti ntfs-3g. Disarankan apabila menggunakan windows terbaru anda menggunakan NTFS sebgai file systemnya.
  • ext3
    adalah file system yang digunakan pada sebagian besar OS Linux. Pada file system maka setiap file akan memiliki suatu database mini, yaitu disebut dengan inode. Dimana di dalamnya berisi berbagai informasi seperti jenis file, hak akses, pemilik file, group pemilik file, besar file dan waktu perubahan.
  • swap
    adalah file system yang tidak digunakan sebagai tempat penyimpanan data, tetapi sebagai virtual memory, yaitu sebagai pembantu kinerja dari si memory. Virtual memory ini juga digunakan pada windows dengan nama page file, tetapi kalau swap ditaruh pada partisi yang berbeda dengan system dan diberi tempat tersendiri, pada page file dia berada pada partisi yang sama dengan system atau data. 

Sumber:
http://fadilahdinar.blogspot.com/2013/03/jenis-jenis-partisi-harddisk-file-sistem.html
http://toto.nurulfikri.com/?page=Article&link=art&pg=Catatan%20PKI%20:%20Partisi%20Harddisk%20dan%20Instalasi%20OS




Langkah Install Debian

[1] Masukkan disk untuk instalasi Debian GNU / Linux 6.0 dan reboot komputer Anda. Layar memilih bahasa. Pilih dan pergi berikutnya. 

[2] Pilih bahasa Anda. 

[3] Pilih zona waktu Anda.

[4] Pilih lokal.

[5] Pilih layout keyboard Anda.

[6] Mengatur hostname server Anda Anda ingin mengatur.

[7] Mengatur nama domain jaringan Anda.

[8] Set password root. Jika Anda akan menggunakan akar hak istimewa dengan sudo, Go berikutnya tanpa penginputan salah satu di sini.

[9] Mengatur User Account. Nama ful masukan pengguna di sini.

[10] Menetapkan nama pengguna yang digunakan pada sistem.

[11] Sandi yang dibuat pengguna.

[12] Mengatur layout partisi. Contoh ini menunjukkan menggunakan seluruh disk dan mengatur LVM.

[13] Pilih disk untuk mengkonfigurasi partisi.

[14] Pilih layout partisi. Contoh ini menunjukkan untuk mengatur hanya satu partisi (= /).

[15] Jawaban 'Ya' Jika OK semua.

[16] Partisi Anda mengatur terdaftar semua. Jika itu semua OK, Pilih 'Finish' dan pergi berikutnya.

[17] Jawaban 'Ya' jika itu OK untuk mengubah disk untuk layout partiton baru.

[18] Jika Anda ingin menggunakan media CD / DVD lain untuk instalasi, Jawaban 'Ya', atau itu 'ada' jika tidak.

[19] Mengatur situs mirror. Jika Anda ingin menggunakannya, Jawaban 'Ya'.

[20] Pilih negara yang situs mirror ditempatkan Anda ingin gunakan.

[21] Pilih situs cermin.

[22] Jika Anda menggunakan proxy, mengaturnya. Jika tidak, pergi berikutnya tanpa penginputan salah satu.

[23] Berpartisipasi dalam survei penggunaan paket positif.

[24] Pilih grup Software Anda ingin menginstal. Mengkonfigurasi pengaturan minimum pertama. Pergi berikutnya tanpa memeriksa setiap kotak.

[25] Ini adalah bagian pengaturan Grub. Umumnya, jawaban 'Ya'.

[26] Instalattion saja selesai. Eject disk dan Lanjutkan, maka sistem akan reboot secara otomatis.

[27] Prompt login akan ditampilkan sebagai berikut setelah boot sistem. Login dengan pengguna yang Anda tetapkan pada saat instalasi atau akar.

Cara Setting routerboard Microtik 951G

1. Membuat topologi terlebih dahulu :
    ether 2 = ruang kelas 200 user /24
    ether 3 = ruang guru dan tu 50 user /26
    ether 4 = ruang aula 100 user /25
    ether 5 = hotspot 250 user /24
    setting ip laptop dengan ip default mikrotik

2. lakukan setting manual.


3. buka Mikrotik, lalu neighbours.


4. reset dahulu, system resetconfiguration.

5. reset configuration.


6. pilih yes.

7. lalu ok.


8. neighbours lagi.

9. kita beri nama pada tiap-tiap ethernet.


10. contoh.


11. setelah selesai.

12. setting ip address secara manual, di tiap-tiap ether, kecuali ether1.


13. contoh 1.




14. kita beri dhcp client, di ether1.

15. applly > ok.


16. setting ip dns, menjadi seperti di bawah ini.


17. lalu cek di google.



18. beri ip dhcp server, di tiap-tiap ether, kecuali ether 1


19. next-next saja.


20. sampai seperti ini.

21. beri ip -> firewall


22. pilih nat


23. pilih add, out interface


24. out interface = ether1


25. action nya pilih Masquerade


26. setting di hotspot


27. pilih hotspot setup, ether5



28. next-next saja, sampai domain, beri domain anda


29. kita setting di server profile


30. pilih login, hapus centang pada cookie



31. hapus centang pada, add MAC Cookie

32. lalu pada user profile, di shared user berapa banyak user yang dapat login ke hotspot

33. kita buka file, lalu kita drag folder login hotspot

34. sudah selesai



35. langkah selanjutnya, kita buka hotspot, server profile, pada html directory kita ganti nama folder yang kita drag tadi




36. contoh seperti di bawah ini

37. sekarang kita reboot
system > reboot


38. ok saja


39. ip computer kita buat dhcp saja


40. kita cek di browser



41. silahkan masuk


Sumber : Belajar Bersama dengan Ana dari wikrama Jepara.